Bagaimana Cara Berpuasa Bagi Ibu Hamil Dan Pasien Diabetes?
Dalam
rangka memperingati Hari Diabetes Nasional pada 12 Juli 2016 dan menyambut
Bulan Ramadhan, Siloam Hospitals Lippo Cikarang mengadakan media gathering yang
mengangkat tema besar Berpuasa Sehat untuk Penderita Diabetes Melitus dan Ibu
Hamil. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua spesialis yang membagikan
informasi kesehatan bagi penderita diabetes melitus yaitu dr. IGN Adhiartha
Spd-KEMD dan bagi Ibu hamil yaitu dr. Atik Purwitaningrum, SpOG.
Hal umum yang perlu dilakukan oleh para penderita
diabetes melitus dan ibu hamil adalah melakukan kontrol secara teratur dan
jenis pemeriksaan kesehatan sebelum berpuasa. Sebab puasa akan memengaruhi naik
turunnya gula darah bagi penderita diabetes dan perkembangan kesehatan ibu dan
janin bagi ibu hamil.
Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan diantaranya,
bagi penderita diabetes yaitu pemeriksaan gula darah puasa, gula darah 2 jam
pasca puasa dan HbA1c. Sedangkan bagi ibu hamil, sebelum bulan Ramadhan ada
baiknya melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG sebelum bulan Ramadhan untuk
melihat kondisi ibu dan janin yang dikandung.
Demikian disampaikan dr. IGN Adhiartha, SpPD-KEMD
dalam keterangan resminya.
Dia juga memaparkan, bagaimana pengelolaan
diabetes melitus selama bulan Ramadhan secara umum dalam keadaan terkendali
baik dan sedang tidak menderita penyakit lain, diabetisi termasuk orang yang
cukup sehat.
Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengelolaan
diabetes melitus bagi para diabetisi pengelolaan diabetes melitus dapat
dilakukan dengan berbagai cara diantaranya,
1. Perubahan gaya hidup
2. Terapi gizi medis
3. Aktifitas fisik/olahraga
4. obat hipoglikemik oral
5. Pemantauan gula darah mandiri
Selama bulan Ramadhan, lanjutnya, diabetisi
diperbolehkan berpuasa dengan syarat diabetes terkendali, diabetes tidak
komplikasi berat, diabetes yang berat dan diabetes tipe 1.
"Bagi para diabetisi yang melakukan puasa
diharuskan mengatur makanan selama puasa. Hal ini dikarenakan dapat mencegah
hipoglikemi, hiperglikemi, dehidrasi, menormalkan berat badan dan dapat
beraktifitas seperti biasa, dengan mengatur makanan selama puasa diharapkan
diakhir bulan ramadhan kadar gula darah tekanan darah, kolesterol dan berat
badan menjadi terkendali dan mengurangi resiko komplikasi," tegas
Adhiartha.
Sementara itu, dr. Atik Purwitaningrum, SpoG
menjelaskan tips berpuasa yang sehat dan aman bagi ibu hamil selama bulan
Ramadhan.
"Ibu hamil boleh berpuasa penuh selama bulan
Ramadhan apabila kondisi kesehatan ibu dan janin baik," katanya.
Pada prinsipnya, menurutnya, kebutuhan asupan ibu
hamil adalah 2.200-2.300 kalori per hari.
Selama kebutuhan tersebut terpenuhi, tidak ada
kendala yang berarti. Sebelum berpuasa, ada baiknya ibu hamil berkonsultasi
terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Bagi ibu hamil penderita diabetes
(Diabetespre-Gestationall dan penderita Diabetes Melitus Gestationa) dapat
berpuasa walaupun masuk dalam kategori risiko tinggi. "Dengan demikan ibu
yang termasuk ke dalam kategori tersebut dianjurkan untuk lebih sering konsultasi,"
pungkasnya.
Baca juga: ace maxs harus disimpan di kulkas

